Pengikut

Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

saat mata tak dapat menahan pandangannya

Saat mata tak dapat lagi menahan pandangannya
Berbagai macam gejolak yang kini kau rasakan
Hembusan angin sejuik menerpa
Membuat dirimu terbang melayang melupakanku
Yang membawa dirimu jatuh dan terperangkap
Ke dalam gejolak api yang membara
Menghancurkan arti kesetiaan itu

Sesyair kalimat indah yang kau ucapkan
Terucap manis di bibirmu
Terdengar indah di telingaku
Dan terasa nyaman di hati kecilku
Tapi kini....
Terasa hampa di hatiku
Dan terasa sakit di relung hati kecilku
Saat ku tahu tecoret janji itu dengan setitik tinta hitam kelakuanmu

Kata maaf yang terucap beribu kali dari mu
Menggambarkan kegelisahan hati yang kini kau rasakan
Setetes air keluar dari matamu
Yang tergambar dari paras sendumu
Membuat ku hancur remuk tak berdaya

Aku tak tahu apa yang harus ku lakukan
Kebimbangan dan juga kebingungan yang datang menghampiriku
Rasa kecewa dan sakit itu tak pernah hilang
Tapi rasa sayang ini akan selalu di hatiku untukmu

Aku sempat berfikir untuk melepasmu
Untuk merelakan dirimu dengan yang lain
Mungkin aku sudah tak berarti lagi bagimu
Tapi doaku akan selalu menyertai disetiap jejak langkahmu
Dan entah mengapa aku tak bisa menggantikan dirimu dengan yang lain
Hanya karena ku tak bisa membohongi
Bahwa hatiku selalu dan hanya untukmu
Semoga aku menjadi yang terakhir dan terbaik bagimu
Hingga kata-kata maaf itu tak terbilang dengan sia-sia


Ku merindukan kamu yang dulu....

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar